oleh

Cabuli Anak Kandungnya, Seorang Bapak di Kediri Diamankan Polisi

KEDIRI | optimistv.co.id – Warga masyarakat Kediri digegerkan oleh seorang ayah sebut saja Waru (45) yang tega mencabuli anak kandungnya sendiri, sebut saja Dadap (16) selama enam tahun.

Menurut informasi, pecabulan tersebut dilakukan Waru mulai tahun 2013, yakni sejak Dadap masih duduk di bangku Kelas 6 Sekolah Dasar hingga SMA.

Polres Kediri Kota yang mendapatkan laporan dari pekerja sosial terkait tidak pidana pencabulan anak dibawah umur, langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap kejadian ini.

Kapolresta Kediri, AKBP Miko Indrayana, S.I.K, saat jumpa Pers mengatakan, laporan pencabulan sudah ditangani Satreskrim Polresta Kediri dan melakukan lidik, saat ini sudah sampai tahap penyidikan terhadap kasus tersebut.

Kapolresta Kediri, AKBP Miko Indrayana saat dikonfirmasi sejumlah awak media

“Kami sudah mengamankan orang tua korban yang melakukan pencabulan kepada anak kandungnya sendiri mulai tahun 2013, semenjak korban masih duduk di bangku Kelas 6 Sekolah Dasar hingga SMA” ungkap AKBP Miko Indrayana, Senin, 5 Oktober 2020.

Dari pengakuan pelaku, pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri itu dilakukan untuk kenikmatan sesaat, tidak sampai melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

“Perbuatan bejat ayah yang melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya tersebut baru diketahui istrinya (Ibu korban) pada akhir September 2020, ketika dirinya pulang ke rumah,” jelas Miko Indrayana.

Ditambahkan Kapolres Miko, pihak Kepolisian akan tetap menjaga psikologis korban supaya tetap bisa melaksanakan kegiatan belajar.

Barang bukti yang berhasil diamankan

“Pelaku sudah diamankan di Mapolresta Kediri dan dijerat Pasal 82 Ayat 2 Undang-Udang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlidungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” tegas Kapolresta Kediri.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Kediri, AKP Verawaty Thaib menjelaskan, dari pengakuan pelaku, dirinya melarang korban lapor kepada ibunya atau orang lain terkait perbuatan pencabulan tersebut.

“Anak ini bisa dibilang sangat patuh pada orang tuanya. Disamping itu, anak ini cukup cerdas, dilihat hasil nilainya di raport cukup bagus. Saat ini korban selalu mendapat pendampingan keluarga dan saudaranya, agar trauma yang dialaminya tidak sampai mengganggu kondisi psikologis anak,” jelas AKP Verawaty.

Reporter : Suryono

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed