oleh

Bupati, Serahkan 611 Sertifikat Tanah di Desa Gamping

TRENGGALEK, optimistv.co.id – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin serahkan 611 sertifikat tanah kepada masyarakat di Desa Gamping, Kecamatan Suruh. 611 sertifikat yang diserahkan ini merupakan sertifikasi masal melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Kehadiran Bupati Trenggalek dalam penyerahan ini bertujuan untuk menyaksikan bagaimana program Presiden Jokowi ini bisa dilaksanakan dengan baik di lapangan dan hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Alhamdulilah kepemilikan tanah oleh masyarakat akhirnya bisa diakui oleh negara secara sah dengan adanya sertifikat, dengan begitu status kepemilikannya semakin meningkat dari yang sebelumnya hanya tercatat dalam Petok D kini sudah tersertifikat,” ujar Bupati Trenggalek dalam sambutannya di Balai Desa Gamping, Kamis (12/6/2020).

Dia berharap, dengan memiliki sertifikat kesejahteraan masyarakat juga bisa ikut meningkat. Dalam hal ini banyak masyarakat sudah punya usaha namun belum bisa mengakses permodalan karena tidak mempunyai anggunan.

” Dengan memiliki dokumen yang sah dan diakui oleh negara, tentunya akses permodalan bisa diakses dengan mudah”, tandasnya.

Bupati Arifin, menghimbau kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan di era new normal nanti. Semua aktifitas sosial perekonomian akan segera dibuka namun dilakukan secara bertahap.

” New normal merupakan era normal baru, dimana ada tatanan yang harus dipatuhi oleh masyarakat utamanya terkait protokol kesehatan, sehingga tidak muncul gelombang baru”, tuturnya.

Penyaluran sertifikat ini diserahkan secara bertahap, setiap tahap 100 orang untuk menghindari banyak kerumunan guna mencegah oenyebaran Covid 19.

Kusworo Samsi, SH Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Trenggalek, menuturkan bawasannya Desa Gamping termasuk desa yang prosesnya tercepat, karena memang cukup siap.

Menurutnya, tahun 2020 ini BPN mengalokasikan sekitar 60.000 sertifikat PTSL yang tersebar di 29 desa, namun karena adanya saving penghematan anggaran untuk penanggulangan Pandemi Covid 19, jumlah tersebut berkurang drastis menyisakan hanya 17.000 sertifikat saja untuk 16 desa, pungkasnya.

Reporter : Hardi Rangga

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed