oleh

Bupati Maryoto Birowo Buka Rembug Stunting 2021

TULUNGAGUNG | optimistv.co.id – Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Birowo, MM, Senin, 19/04/2021 sekitar pukul 08.30 wib membuka acara Rembug Stunting 2021 di Hotel Crown Tulungagung.

Dalam acara yang diikuti puluhan peserta yang berasal dari para kepala OPD, tokoh masyarakat, lembaga kemasyarakat dan kepemudaan se Kabupaten Tulungagung ini juga dihadiri Sekertaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Drs. Sukaji, M.Si, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung, Ny Siuk Maryoto Birowo, serta pengurus PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulungagung.

Dalam laporanya, Kepala Bapeda Kabupaten Tulungagung, Drs. Maryani, MM antara lain mengatakan, dalam rangka percepatan penurunan stunting pada tahun 2021 berdasarkan Keputusan Kepala Bappenas Republik Indonesia Nomor 42 tahun 2020, pemerintah telah menetapkan 30 Kabupaten/Kota di Jawa Timur sebagai lokus penanganan stunting, dimana salah satunya adalah Kabupaten Tulungagung.

“Dan sebagai salah satu tahapan Konvergensi Penurunan Stunting, pada hari ini dilakukan Rembuk Stunting melalui mekanisme kombinasi yakni tatap muka untuk wilayah lokus dan Youtube streaming untuk desa diluar lokus,“ kata Maryani.

Lebih lanjut Maryani mengatakan, bahwa dalam rangka penanganan Stunting telah disusun kebijakan sebagai berikut : Peraturan Bupati Tulungagung nomor 52 tahun 2019 tentang Percepatan Pencegahan Stunting Terintegrasi, Keputusan Bupati Tulungagung Nomor : 188.45/750/013/2019 tentang Tim Percepatan Pencegahan Stunting Kabupaten Tulungagung.

“Hasil Pelaksanaan Aksi 1. Analisis Situasi yang dilaksanakan di Bulan Januari 2021, dapat kami laporkan sebagai berikut : Jumlah anak stunting berdasarkan data Bulan Timbang Bulan Agustus 2020 sebanyak 2.901 anak, dengan jumlah prevalensi stunting sebesar 5,51 %. Lima Kecamatan dengan Prevalensi stunting terbesar yaitu : Kecamatan Tanggunggunung, Sendang, Ngunut, Pagerwojo dan Pakel Pada tahun 2021 telah ditetapkan 10 Desa sebagai lokus penanganan Stunting yakni : Desa Pakel Kecamatan Ngantru, Desa Pucung Lor Kecamatan Ngantru, Desa Bangunmulyo Kecamatan Pakel, Desa Tamban Kecamatan Pakel, Desa Sambijajar Kecamatan Sumbergempol, Desa Mirigambar Kecamatan Sumbergempol, Desa Gondosuli Kecamatan Gondang, Desa Gondang Kecamatan Gondang, Desa Macanbang Kecamatan Gondang, Desa Tunggulsari Kecamatan Kedungwaru,“ terangnya.

Maryani menambahkan, rencana lokus pada tahun 2022 ada sebanyak 10 desa, yakni Desa Bendilwungu Kecamatan Sumbergempol, Desa Wates Kecamatan Sumbergempol, Desa Pojok Kecamatan Ngantru, Desa Jengglungharjo Kecamatan Tanggunggunung, Desa Pakisrejo Kecamatan Tanggunggunung, Desa Tenggarejo Kecamatan Tanggunggunung, Desa Trenceng Kecamatan Sumbergempol,Desa Tenggur Kecamatan Rejotangan, Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbergempol, Kelurahan Kenayan Kecamatan Tulungagung.

Maryani juga menerangkan untuk peserta rembug kali ini berasal dari DPRD Kabupaten Tulungagung. Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Kepala Desa/Lurah di daerah lokus. Kepala Puskesmas, Tim Penggerak PKK Kabupaten, Kecamatan dan desa, Organisasi Profesi, Ormas dan LSM, Pendamping Desa dan Kader Pembangunan Manusia.

Selanjutnya Maryani juga melaporkan menindak lanjuti kegiatan rembuk stunting hari ini, akan dilaksanakan aksi konvergensi lanjutan oleh Tim Percepatan Konvergensi Stunting berupa : Pelaksanaan Penguatan Peran Desa dan Pembinaan Kader Pembinaan Masyarakat (KPM), Penguatan Sistem Manajemen Data, serta Pengukuran dan Publikasi Stunting.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung, Ny Siuk Maryoto Birowo dalam sambutanya mengatakan, sebagaimana diketahui bahwa salah satu masalah gizi yang menjadi isu strategis nasional saat ini ialah stunting.

Data riset kesehatan dasar menyebutkan, angka stunting secara nasional saat ini mencapai 30,8%. Itu berarti, satu dari tiga anak Indonesia mengalami gangguan pertumbuhan akibat kurang gizi. kondisi ini jika tidak ditangani sejak dini, maka daya saing generasi muda kita akan rendah. Hal itu disebabkan kualitas sdm setiap manusia sangat dipengaruhi tumbuh kembangnya sejak masa anak-anak.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah mencanangkan aksi bersama yang disebut ‘gerakan nasional pencegahan stunting. Pemerintah Kabupaten Tulungagung telah mendukung penuh gerakan ini, untuk itu pada kesempatan ini kami himbau kepada kader-kader PKK di tingkat desa untuk bersama-sama bergandengan tangan mendukung gerakan pencegahan stunting.

Bupati Tulungagung dalam sambutanya mengatakan, saat ini secara nasional termasuk Tulungagung tengah menghadapi tantangan besar yakni masalah kesehatan triple burden Malnutrisi yakni masalah gizi yang mencakup undernutrisi (stunting dan wastin), defisiensi zat gizi mikro dan obesitas. Masalah Ini menjadi Permasalahan strategis di tingkat Global dan sangat berpengaruh pada aspek kesehatan dan Pembangunan SDM.

Tahun 2020-2030 secara nasional menurut bupati akan mengalami bonus demografi, artinya, kita memiliki sebuah peluang yang harus ditangkap sebagai akibat dari besarnya proporsi penduduk produktif dibandingkan dengan penduduk usia non produktif.

Penduduk usia produktif dengan jumlah besar dan bonus demografi memberikan kontribusi besar pada pembangunan, namun demikian keberadaan Stunting ini akan mengancam bonus demografi karena, balita yang tidak sehat, jika tidak ditangani sejak dini, berpotensi menjadi generasi muda yang tidak produktif, bahkan menjadi beban nasional.

“Oleh karena itu, saya secara khusus mengingatkan kepada segenap jajaran Pemerintah, termasuk Kepala Desa, unsur masyarakat untuk bersama sama bergandengan tangan mewujudkan generasi muda yang produkif dengan gerakan pencegahan Stunting terintegrasi,“ kata Bupati.

Selanjutnya Bupati Mengajak kepada jajaran organisasi masyarakat (Muslimat, Aisyiah), LSM maupun organisasi profesi untuk bergandengan tangan bekerjasama dalam pendampingan perubahan perilaku masyarakat melalui upaya dalam mendukung promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan masyarakat, komunikasi, informasi dan edukasi serta upaya kesehatan berbasis masyarakat.

“Pada kesempatan ini pula saya juga mengajak kepada jajaran organisasi masyarakat (Muslimat, Aisyiah), LSM maupun organisasi profesi untuk bergandengan tangan bekerjasama dalam pendampingan perubahan perilaku masyarakat melalui upaya dalam mendukung promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan masyarakat, komunikasi, informasi dan edukasi serta upaya kesehatan berbasis masyarakat. Dan Dukungan Pemerintah Desa untuk penanganan stunting melalui APBDes wajib dilaksanakan, karena berpengaruh pada penyaluran Dana Desa,“ ajak Bupati.

Acara ini dilanjutkan dengan penandatangan komitmen penurunan tunting di Tulungagung oleh Bupati, Anggota DPRD, Ketua Tim Penggerak PKK, Sekda, Camat Ngantru dan Kades Kenayan.
Reporter : Budi Santoso

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed