oleh

Bupati Jombang Mundjidah Wahab Paparkan Progres Pembangunan Kepada Menteri Desa PDTT di Gedung Bung Tomo

JOMBANG | optimistv.co.id – Pemerintah Kabupaten Jombang hari ini, Sabtu (8/8/2020) bertempat di Gedung Bung Tomo Kantor Pemerintah Kabupaten Jombang menerima kunjungan kerja (kunker) sekaligus silaturahmi, DR. HC Drs. H. Abdul Halim Iskandar, MPd Menteri Desa (Mendes) Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi (PDTT) RI.

Dengan tetap menerapkan protocol kesehatan Pencegahan Covid 19, Gus Halim sapaan akrab Gus Menteri asli asal Kota Santri Jombang Jawa Timur yang hadir beserta istri langsung melakukan cuci tangan, cek suhu sebelum memasuki lokasi kegiatan.

Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab beserta segenap pejabat lingkup Pemkab Jombang, Ketua DPRD juga mantan pejabat di lingkup Pemkab Jombang menyambut hangat penuh kekeluargaan Menteri Desa PDTT yang secara silsilah keluarga adalah cucu dari Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab.

Mewakili aspirasi masyarakat Kabupaten Jombang, Drs. Mas’ud Zuremi, Ketua DPRD Kabupaten Jombang menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus ucapan terima kasih ats kehadiran MenDes PDTT untuk berkoordinasi terkait program pembangunan kedepan yang dapat disingkronkan dengan Pemkab Jombang. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi temu kangen dengan Bupati Jombang, seluruh OPD, mantan Pejabat lingkup Pemkab Jombang serta jajaran DPRD Kabupaten Jombang.

“Sebab pak Halim ini menjadi Ketua DPRD Jombang selama 2 periode, pun demikian DPRD Jawa Timur berada di posisi Wakil Ketua dan Ketua selama 2 periode. Saya menyebutnya Pak Menteri ini adalah asli orang Ndeso, yakni asli Jombang. Jadi cocok kader Desa yang menjadi Menteri Desa. Untuk itu harapan masyarakat Jombang bawalah rakyat dan masyarakat desa di Kabupaten Jombang bahkan seluruh Indonesia ini hidup lebih menjadi sejahtera. Untuk itu apa program Kemendes yang dapat ditarik ke Jombang, kita siap mendukungnya. Pihaknya berharap, kunjungan MenDes-PDTT ke Jombang juga membawa kebaikan demi kemajuan Kabupaten Jombang ke depan”, tutur Mas’ud Zuremi Ketua DPRD Jombang.

Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab mengawali sambutannya menyebut bahwa , DR. HC Drs. H. Abdul Halim Iskandar, MPd Menteri Desa (Mendes) Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi (PDTT) RI adalah cucu saya yang paling gantheng, yang tetep awet muda. “Alhamdulillah dapat bersilaturahmi dengan seluruh jajaran aparatur di lingkup Pemkab Jombang, ditengah kondisi masih mewabahnya Covid-19, dan alhamdulillah proses kesembuhan pasien terus meningkat. Pemerintah Kabupaten Jombang tetap dapat melaksanakan tugas tugas pemerintahan, semoga semuanya diberikan kesehatan dan Covid 19 segera diangkat oleh Alloh SWT, tutur Bupati Jombang.

Dalam wadah koordinasi dan silaturahmi tersebut, Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab memaparkan Progres Pembangunan Kabupaten Jombang, Singkronisasi Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun 2020 yang visinya adalah Bersama mewujudkan Jombang Yang Berkarakter dan Berdaya Saing.

Disampaikan juga oleh Bupati Mundjidah Wahab program program inovatif sector pelayanan public seperti Bulaga Bupati Melayani Warga, juga progress Pembangunan infrastruktur sejak 2014.”Pelebaran jalan dan pembangunan jalan sudah halus semua. Sudah cor semua. Pun demikian dengan pelebaran jalan Wonosalam. Termasuk perencanaan pembangunan Stadion bertaraf nasional, juga Pembangunan Pasar Daerah.

Disinggung pula perkembangan nilai Alokasi Dana Desa di Kabupaten Jombang yang kini sudah mencapai 280 M 150 jt dengan capaian realisasi sudah 79, 53 persen, hingga penyaluran Bansos. Di kabupaten Jombang telah terwujudnya kemandirian desa. “Sudah ada 14 Desa mandiri dan sudah tidak ada lagi desa tertinggal di Kabupaten Jombang” papar Bupati Jombang.

Ditandaskan Bupati bahwa Kabupaten Jombang siap menjadi pilot project program program dari Kementerian Desa RI.

DR. HC Drs. H. Abdul Halim Iskandar, MPd Menteri Desa (Mendes) Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi (PDTT) RI dalam sambutannya mengatakan berbahagia karena berada diantara saudara dan sahabatnya dan lebih banyak menyampaikan true story di tanah kelahiran yang menempa dirinya mulai dari nol didalam struktur pemerintahan juga politik hingga 30 tahun. “ Apalagi saya berbicara dihadapan Bupati Jombang, mbah saya, politisi yang tak kenal waktu mulai gadis sampai gadis lagi. Meski usianya sudah sangat lumayan, tapi beliau masih sehat. Mari kita doakan beliau selalu sehat. Kesehatan beliau menjadi faktor penting bagi kelangsungan pembangunan pemerintah Kabupaten Jombang. Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab ini adalah represi pesantren yang menjadi orang pertama di Kabupaten Jombang. Cucunya saja pernah kalah. Bupati di Jawa Timur yang paling cantik menurut saya adalah beliau”, ungkap Halim Iskandar Menteri Desa PDTT yang selama hidupnya menjadi out sourcing.

Mendes juga menjabarkan soal perkembangan terkini penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa yang telah capai 99 persen. Proyeksi penggunaan Dana Desa hingga Desember 2020, masih membutuhkan alokasi anggaran hingga Rp53 Miliar untuk desa-desa yang telah habis disalurkan. Lebih lanjut dikatakan Mendes Halim Iskandar , sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yaitu soal Desa aman Covid-19, maka alokasi Dana Desa bakal lebih difokuskan pada pengadaan masker. “Kita akan melakukan Gerakan Masih Pengadaan masker yang diproduksi oleh desa tapi sosialisasi dan gerakan pembagian masker ke rumah-rumah dilakukan oleh Ibu-ibu PKK,” kata Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Hal ini, kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur, bagian dari pelaksanaan protokol kesehatan yang pada intinya ada empat yaitu penggunaan masker, cuci tangan, jaga jarak dan menghindari kerumunan.

Presiden, kata Gus Menteri, menginstruksikan untuk fokus pada tahap pertama ini penggunaan masker yang akan dimassifkan sosialisasi ke desa-desa.

“Desa juga diminta produksi masif masker sesuai dengan kapasitas warga miskin, pengangguran dan kelompok marjinal yang ada di desa,” kata Mantan Ketua DPRD Jombang ini.

Sementara untuk kelas menengah diminta untuk lakukan pengadaan masker sendiri dan jika perlu lakukan gotong royong untuk mengadakan masker. Nantinya, warga desa diharapkan mempunyai masker lebih dari satu.

Badan Usaha Milik Desa yang mengelola pengadaan masker, agar meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan ini masyarakat miskin bisa mendapatkan upah, dari hasil produksi masker yang dapat dijual untuk mendapat penghasilan yang dikelola oleh BUMDes

Dalam pendataan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) desa diberi kewenangan untuk mendata melalui RT atau pendataan bisa melalui data yang sudah ada di desa itu sendiri

Serapan anggaran untuk PKTD sebesar 36 triliyun bertujuan selain untuk mendorong pembangunan fisik desa juga membantu meningkatkan pendapatan masyarakat miskin desa, pungkasnya.

Reporter : Budi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed