oleh

Budidaya Jamur Desa Jatirejo Menambah Penghasilan Masyarakat di Masa Pandemi

NGAWI | optimistv.co.id – Bicara tentang desa, tentu mengingat kades (kepala desa). Seperti apa kepemimpinan bisa dilihat dari perkembangan pembangunan desa atau wajah desa. Masa pandemi ditekankan untuk menggiatkan usaha di rumah atau home industri yang terkait sumber bahan pokok, terus dipacu dalam program desa.

Seperti Desa Jatirejo, upaya Kades Agus untuk dongkrak ekonomi warga sangat luar biasa, ada padi organik juga ada produksi jamur tiram yang medianya dari serbuk kayu. Kades sebelum masyarakat mencoba sudah mendahului bikin sample. Berbagai program pelatihan penanaman padi organik, muncul salah satu perangkat desa adakan budidaya jamur yang tergabung dalam satu komunitas budidaya jamur areal Desa Jatirejo.

Saat wartawan optimis datang ke areal budidaya jamur, dan wawancara dengan Mahmud, pengusaha home industri produk jamur kebetulan salah satu Perangkat Desa Jatirejo. Mahmud mulai jelaskan dari history jadi pekerja sampai memproduksi sendiri. Masalah pemasaran cukup lumayan pesat, baik lokal atau luar kota. “Bahkan sedikit kasih barokah masyarakat lingkungan sekitar, kulakan dari saya dijual lagi,” tuturnya.

Menurut Mahmud, jamur yang diproduksinya ini secara organik tanpa sedikitpun kena bahan kimia, makanya cukup sehat. Adapun bentuk makanan dihasilkan berupa keripik jamur, botok jamur, sate jamur, serta sebagai lauk masyarakat. “Penjualan masa pandemi sedikit terhambat, tapi sekarang sudah kembali normal,” terangnya.

Mahmud menjelaskan sedikit pada teknis budidaya jamur, cara budidaya jamur tiram dengan media tanam serbuk kayu, yaitu sediakan tempat khusus untuk budidaya Jamur Tiram. Kumbung jamur atau ruangan khusus untuk mengatur suhu panas dan dingin. Siapkan media tanam jamur tiram.

“Peralatan dan perlengkapan yang perlu disiapkan di antaranya, pengomposan serbuk kayu, proses pembungkusan, proses sterilisasi, inokulasi / penanaman bibit. Proses selanjutnya Inkubasi,” jlentreh Mahmud.

Jamur Tiram sebagai bahan pangan yang banyak dibudidayakan masyarakat, dengan ciri-ciri tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran dengan bagian tengah agak cekung.

Adapun Jamur tiram mengandung protein, air, kalori, karbohidrat, dan sisanya berupa serat zat besi, kalsium, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C. Untuk budidaya jamur tiram menggunakan serbuk kayu (serbuk gergaji) sebagai media tanam, mudah diperoleh dalam bentuk limbah sehingga harganya relatif murah, mudah dicampur dengan bahan-bahan lain pelengkap nutrisi, serta mudah dibentuk dan dikondisikan.

Serbuk kayu digunakan sebagai tempat tumbuh jamur mengandung karbohidrat, serat lignin, dan lain-lain. Dari kandungan kayu tersebut ada yang berguna dan membantu pertumbuhan jamur, tetapi ada pula yang menghambat. Kandungan yang dibutuhkan bagi pertumbuhan jamur antara lain karbohidrat, lignin, dan serat, sedangkan faktor yang menghambat antara lain adanya getah dan zat ekstraktif (zat pengawet alami yang terdapat pada kayu).

Serbuk kayu yang baik adalah serbuk yang berasal dari kayu keras dan tidak banyak mengandung minyak ataupun getah. Saya jelaskan budidaya jamur keuntungannya dua kali lipat biaya bahan. Hampir tidak ada ruginya.

Reporter : Eko

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed