oleh

Borong Produk UMKM Kota Kediri, Wali Kota Gibran Sempat Kehabisan Saldo

KEDIRI | optimistv.co.id – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menghadiri acara kerjasama business to business (B2B) Kadin Solo dan Kadin Kediri di Hotel Paragon Solo, Senin (13/12). Dalam kesempatan itu, Mas Abu (sapaan akrab Wali Kota Kediri) juga sempat bertemu dengan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming.

Beragam produk UMKM dari Kediri ditampilkan dalam kegiatan itu, mulai dari sambel pecel, tahu takwa, aneka kerupuk tahu, hingga tenun ikat.

Ada hal yang menarik saat kegiatan kerjasama business to business (B2B) Kadin Solo dan Kadin Kediri di Hotel Paragon Solo tersebut. Setelah seremonial acara selesai, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming melihat seluruh produk UMKM yang dipamerkan.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming sempat dialog dan tidak ragu membeli produk UMKM dari Kota Kediri. Putra Presiden Joko Widodo itu juga tak ragu memborong produk UMKM. Beli produknya menggunakan sistem nontunai.

Saat singgah di gerai tenun ikat, rupanya Gibran sangat antusias dengan kerajinan tenun ikat khas Kota Kediri. Gibran sempat dialog dengan Siti Rukayah, pemilik kerajinan tenun ikat merek “Medali Mas” tersebut.

Dalam dialog itu, Siti Rukayah juga sempat memberikan masukan atau ide bahwa kain tenun ikat juga bagus untuk dibuat baju dengan kain batik.

Akhirnya, Gibran menjatuhkan pilihan pada tenun ikat yang menarik baginya. Namun, saat hendak membayar secara nontunai saldo miliknya ternyata habis. Alhasil, dia meminta agar tenun ikat ini dibayar tunai.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan bahwa di Solo ada kegiatan Solo Great Sale yang berhasil mendongkrak produk UMKM naik kelas, untuk itu Pemkot Kediri lewat Kadin mencoba bekerjasama dengan Pemerintah Kota Solo. Dengan itu, diharapkan bisa berhasil sehingga pemulihan ekonomi juga lebih efektif.

“Kalau kerjasama ini bisa berhasil, harapan kami pemulihan ekonomi akan jauh lebih efektif. Kami butuh effort yang besar, kita tidak boleh trial and error, karena saya melihat Solo sudah berhasil jadi kami duplikasi. Dan, mungkin dari Kediri, kita kerja bareng. Kita punya rumah kurasi dan lain-lain, ini bisa dikerjasamakan,” ungkap Wali Kota Kediri.

Ia menambahkan, di Solo ada juga terdapat sentra wastra Nusantara seperti Kampung Batik Laweyan dan Kauman yang ternyata mampu mengubah lingkungan. Di Kediri, juga sudah ada namun belum sampai mengubah lingkungan. Untuk itu, Wali Kota ingin mencontoh dari Kampung Batik Laweyan dan Kauman.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming menambahkan adanya kolaborasi antara batik dan tenun ikat tentunya menarik. Namun, dirinya akan membicarakan dengan para perajin batik.

“Yang jelas, namanya era digital itu era kolaborasi, antara pemerintah, asosiasi, Kadin Kediri-Solo, kolaborasi antarbrand. Kita bisa bicarakan dulu yang tenun dan batik. Kediri sudah sangat terkenal dengan tenunnya, mungkin bisa bicarakan lagi proses kolaborasinya seperti apa,” jelas Gibran. (*)

Reporter : Edy Siswanto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed