oleh

Aliansi LSM Probolinggo Raya Bersikap, Siap Kawal Demo Rencana APDESI

PROBOLINGGO | optimistv.co.id – Maraknya pemberitaan atas penganiayaan warga Dringu yang diduga dilakukan oleh mantan Kepala Desanya menjadi viral serta menjadi konsumsi pablik ditengah panasnya temperatur pemilihan Kepala Desa yang diselenggarakan serentak di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Kekerasan atas penganiayaan warga oleh mantan Kades inilah yang mematik kepedulian masyarakat Dringu dan sekitarnya serta menjadi perhatian para Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) se-wilayah Probolinggo Raya.

Seperti yang disampaikan oleh Suleman, Ketua LSM Paskal kepada Media Optimis TV yakni lembaganya jujur mendukung gerakan teman-teman yang bernaung di aliansi LSM semata karena kemanusiaan dan tidak ada kepentingan dengan politik giat Pilkades di Desa Dringu, untuk itu Paskal dkk siap mengawal proses hukum yang sedang berjalan di Polres Probolinggo .

Sementara itu Sholahudin, SH Ketua GMPK kepada Media Optimis TV dengan pemberitaan yang dilansir oleh Media Pantura APDESI Kabupaten Probolinggo siap mendemo Polres Probolinggo berkaitan dengan proses hukum mantan Kades Dringu.

Hal itu ditanggapi adem ayem oleh LSM GMPK, pasalnya lembaganya bersama teman-teman tidak pernah bersinggungan dengan APDESI Kabupaten Probolinggo.

“Kami saling menghormati, yang sedang berproses hukum adalah oknum anggota APDESI yang sedang tersandung masalah hukum dan ini sedang dalam proses, dan saya yakin APDESI tidak akan melindungi anggotanya bila anggotanya tersandung dengan masalah hukum akibat dari perbuatan pribadi anggota, kecuali anggota APDESI sedang menghadapi masalah hukum berkaitan dengan kelembagaannya. APDESI wajib melakukan pendampimgan,” ujarnya.

Tanggapi rencana demo oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Jawa Timur yang dimuat di media online PANTURA, Aliansi LSM di Probolinggo siap Kawal Kepolisian.

Hal itu disampaikan ketua LSM Paskal, Sulaiman. Pria tinggi semampai itu menyampaikan, bahwa tidak gentar atas rencana demo yang akan dilakukan APDESI, menurutnya Aliansi LSM Probolinggo akan lakukan demo tandingan sebagai bentuk dukungan kinerja kepolisian untuk tetap profesional.

Ketua LSM Paskal, Sualiman bersama Anggota di Kantor LSM Paskal

“Tidak ada yang boleh intervensi penegak hukum, Polres Probolinggo sejauh ini sudah profesional dalam penanganan kasus penganiayaan Dringu, jika ada pihak-pihak yang kurang sepakat, saya rasa itu alasan subjektif saja, kita siap untuk demo tandingan” kata Sulaiman, Jumat (19/11).

Terkait isu penahanan oleh mantan Kades Dringu, Sulaiman menyayangkan statemen itu, pasalnya tidak disebutkan dengan jelas terkait pelaku dan waktunya.

“Harusnya APDESI lebih detail siapa yang mereka maksud telah membumbui dengan isu yang tidak layak itu, siapa, kapan, dan dimana” ucapnya.

Sebagi informasi, Senin 8 November 2021, dengan nomor laporan LP/B/69/XI/2021/POLSEK DRINGU/POLRES PROBOLINGGO/POLDA JATIM, Polisi menetapkan BH yang merupakan mantan kepala desa Dringu dan kawan-kawan sebagai terduga pelaku penganiayaan bersama-sama, kini kasus tersebut dalam penanganan Polres Probolinggo.

Kasus ini menarik perhatian banyak pihak terutama para LSM di Probolinggo. Pasalnya, LS (21) sebagai korban yang sempat mendapat perawatan rumah sakit diduga akibat penganiayaan adalah warga kurang mampu. (TIM)

Reporter : Nana

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed